Prioritas Warren Buffet Yang Dapat Mengubah Hidup

“Pelajaran Prioritas dari Warren Buffet”, begitu judul artikelnya kalau tidak salah. Entah

kapan dan dimana saya membaca artikel itu, tapi yang jelas pelajarannya selalu saya ingat dan

terapkan saat menetapkan prioritas apa pun dalam hidup. Saya akan mengulasnya kembali dan

saya yakin ini akan menarik jika Anda juga ikut menerapkannya.

Bagaimana cara seorang Warren Buffet menetapkan prioritasnya? Cerita ini dimulai saat Warren

bertemu karyawannya dan menasihatinya “Kamu harus segera mengejar mimpi-mimpimu.” dan

kemudian Warren memintanya untuk memahami tujuan hidup dengan membuat daftar 25 hal

yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

Usai karyawan tersebut menuliskannya, Warren memintanya untuk menghayati setiap poin dan

melingkari 5 poin yang paling penting baginya. Hal yang mungkin saat itu sulit bagi si

karyawan, karena menurutnya ke duapuluh lima point yang ditulis sama pentingnya. Setelah

menghabiskan waktu untuk mempertimbangkan, akhirnya ia berhasil melingkari 5 poin yang

paling penting, yang ingin dicapai.

Kemudian Warren bertanya “Kapan kamu akan mulai berusaha meraih 5 hal terpenting itu??”

Si karyawan berikrar akan memulainya malam ini juga, dan dengan percaya diri ia menjelaskan

cara-cara untuk mencapai rencana-rencananya.

Setelah itu, Warren bertanya kembali “Apa yang akan kamu lakukan dengan 20 poin yang tidak

kamu lingkari?” Lalu si karyawan menjawab “ Saya akan jadikan yang 20 ini sebagai prioritas

kedua, hal-hal itu juga penting jadi saya akan menyiapkan sedikit waktu untuk mengerjakannya.

Saya tetap berencana untuk mengusahakannya.”

Ini bagian pentingnya, kebanyakan orang memang berpikiran sama seperti si karyawan, tapi

Warren justru membantah pendapat ini.

“Semua hal yang tidak kamu lingkari adalah “avoid at all cost list” (Daftar hal yang harus

dihindari apapun caranya). Tak peduli apapun yang terjadi, hal-hal tersebut tidak boleh

mengganggu perhatianmu sebelum kamu berhasil mencapai 5 hal terpentingmu.”

Sering kali kita tetap menjalankan prioritas kedua sambil mengejar yang utama. Mungkin

terdengar masuk akal, tapi kenyataannya terkadang malah mengganggu kita untuk mencapai 5

poin terpenting. Warren Buffet mengajarkan kita untuk total pada prioritas pertama dahulu, lalu

kemudian merencanakan prioritas kedua setelahnya.

Apakah Anda sudah punya 5 poinnya? Apa sudah tau yang mana “Avoid at all cost list”? Dan

yang terpenting, apakah cara memprioritaskannya sudah benar?

*Untuk yang menuliskan artikel inspiratif itu, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *