Bagaimana Membina Hubungan yang Menyenangkan

Bagaimana membina hubungan yang kuat dan menyenangkan?

Pertanyaan yang menjadi pertanyaan banyak orang termasuk saya. Wajar saja, karena hubungan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia untuk hidup yang sehat dan bahagia.

Terbukti dari berbagai penelitian, mereka yang memiliki hubungan yang baik dengan orang lain cenderung hidupnya lebih lama dan lebih kaya. Namun sebaliknya mereka yang tidak bisa mempertahankan hubungan ternyata hidupnya cenderung kesepian dan depresi.

Lalu hidup seperti apa yang kita inginkan? Kaya dan bahagia atau yang sepi dan depresi? Tentu saja yang kaya dan bahagia. Pasti jika kita mau yang sepi dan depresi kita tidak akan membaca tulisan ini.

Padahal, dalam berbagai budaya Indonesia, menyambung tali silaturahim, merupakan hal yang sangat penting dan bahkan mendapat porsi utama. Masih ikut Arisan? Paguyuban? Komunitas?

Tapi budaya kumpul kelompok ini sayangnya sering tidak diikuti dengan kemampuan menjalin hubungan pada level pribadi. Atau hubungan satu lawan satu. Jadi tidak heran mengapa akhir-akhir ini kita justru sering mendapati banyak orang yang pintar bergaul tapi mengalami kesulitan dalam membangun dan mempertahankan hubungan pribadinya. Karena ternyata masih banyak orang belum tahu bagaimana membina hubungan yang berkualitas dan menyenangkan.

Tapi apakah kita bisa membina hubungan dengan orang yang tidak bisa kita percaya? Sebelum kita membina hubungan, ada baiknya ketahui cara membedakan orang yang bisa dipercaya.

Bagaimana Membina Hubungan?

Jika kamu mengalami hal yang pernah saya alami juga, yaitu tidak mahir dalam jurus bagaimana membina hubungan level pribadi, maka inilah hal-hal yang bisa kita lakukan. Tidak peduli hubungan di kantor, masalah pekerjaan, atau masalah pribadi, tetap saja jurusnya akan sama.

Komunikasi adalah Kunci

Tanyakan pada banyak orang yang telah mencapai apa yang kita ingin capai. Apa rahasia sukses mereka. Saya yakin banyak yang akan menjawab keberuntungan, kesempatan, kerja keras dan seterusnya. Tapi saya yakin tidak sedikit pula akan menjawab melalui kenalan. Bahkan saya yakin keberhasilan kita hari ini dalam hidup sebagian besar datang melalui hubungan pribadi. Benar kan?

Orang yang berhasil tahu cara komunikasi yang efektif dan terus menerus meningkatkan kemampuannya. Karena mereka tahu keterampilan komunikasi sangat penting dalam membina hubungan yang baik.

Bayangkan, sejak sekolah dasar kita mempelajari bahasa namun sedikit sekali mempelajari keterampilan komunikasi efektif. Maksudnya efektif di sini adalah ide yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh rekan komunikasi kita.

Banyak orang yang merasa menguasai komunikasi. Bisa menyampaikan ide pada orang lain, bisa menangkap ide orang lain, tapi kok perlahan-lahan mulai merasa ditinggalkan sendiri. Satu per satu hubungan yang dibangun hancur dan runtuh. Kenapa?

Ternyata keterampilan menyampaikan dan memahami saja tidak cukup. Harus diikuti dengan kemampuan merasa atau yang sekarang populer disebut dengan Social & Emotional Quotient. Karena seringkali sumber masalah dalam hubungan bukan pesan yang disampaikan, tetapi bagaimana menyampaikannya.

Investasikan Waktu

Hubungan seperti pohon. Jika kita ingin pohon itu tumbuh besar, kuat dan menghasilkan maka ia membutuhkan perhatian, air, pupuk dan kesediaan untuk menjaganya dari hama. Jika kita hanya mengharapkan buah dari hubungan tanpa mau investasi waktu untuk menanam pohonnya maka kita tidak ada bedanya dengan hama.

Apakah perlu waktu yang lama?

Ternyata berbagai penelitian menunjukkan bahwa bukan lamanya waktu, tapi frekuensi dan kualitas waktu yang menentukan nilai dari sebuah hubungan. Waktu yang berkualitas ditentukan dari kualitas komunikasi. Sementara komunikasi yang berkualitas didapat bukan dari lamanya waktu bicara melainkan lama waktu yang kita gunakan untuk mendengar.

Sampaikan Pesan yang Jelas

Komunikasi yang efektif dimulai dari pikiran yang jernih dan jelas. Pastikan ide yang akan disampaikan sesuai dengan kata-kata yang akan keluar, nada suara, dan gerak tubuh.

Pastikan, orang yang kita ajak komunikasi mendapat pesan yang jelas, sesuai dengan ide yang ada dalam pikiran. Karena dalam proses komunikasi terjadi hal seperti ini:

  • Kita mengirimkan pesan dalam bentuk kata, nada dan gerak tubuh.
  • Pesan ini diterima oleh rekan komunikasi kita kemudian diterjemahkan berdasarkan pikiran, perasaan dan pengalamannya sendiri.
  • Kemudian rekan komunikasi kita akan memberikan tanggapan balik berupa pesan
  • Setelah itu kita menerjemahkan pesan itu berdasarkan pikiran, perasaan dan pengalaman kita saat itu
  • Begitu seterusnya sepanjang proses komunikasi

Tentu saja terjemahan pesan yang berulang-ulang ini belum tentu sesuai 100% dengan maksud awalnya. Kadangkala masing-masing pihak mengambil kesimpulan yang tidak tepat. Itulah mengapa komunikasi yang tidak efektif bisa membuat hubungan hancur berantakan.

5 Bahasa Cinta

Dalam membina hubungan kadangkala komunikasi lisan atau tulisan saja tidak cukup untuk memupuk pohon hubungan yang subur dan kuat. Karena itu Gary Chapman muncul dengan gagasan 5 bahasa cinta.

Setiap manusia memiliki jalur favorit untuk merasakan ketulusan cinta. Ada yang cukup dengan kata, ada yang cukup dengan sentuhan, ada yang perlu waktu berkualitas, dan lain-lain. Berikut ini saya tuliskan 5 bahasa cinta yang mungkin kita perlukan untuk meningkatkan kesuburan dan kekuatan hubungan pribadi

  1. kata-kata, seperti saya peduli, saya cinta, saya sayang padamu dsb
  2. tindakan melayani, seperti mengambilkan barang, membantu pekerjaan, dsb
  3. sentuhan fisik, seperti tepukan di bahu, genggaman tangan, dsb
  4. waktu berkualitas
  5. memberikan hadiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *