Percaya Orang? Bagaimana Mengetahui Seseorang Bisa Dipercaya

Seorang teman pernah mengatakan, “Saya tidak percaya orang lain lagi”.

Sejenak saya agak terkejut. Karena sebenarnya, buat dia saya ini juga termasuk orang lain.

Tunggu, apakah itu artinya saya juga tidak dipercaya? tanya saya dalam hati.

Kemudian saya yang tidak tahan memutuskan untuk bertanya pada teman saya itu.

“Apakah semua orang di dunia ini sudah tidak bisa dipercaya?” “Apakah termasuk saya?”

Tentu saja dia kemudian meralat ucapannya itu. “Lha, kamu kan bukan orang!”

Kemudian kami tertawa terbahak-bahak. Padahal dalam hati saya bersyukur, semoga saya masih termasuk yang bisa dipercaya.

Masih percaya orang?

Sejak itu saya berpikir memang di dunia ini tidak semua orang bisa dipercaya. Karena itulah berhati-hati lebih baik daripada tak punya hati. Berdasarkan pengalaman saya, ada saja orang yang memang kulit dan isinya penuh kontradiksi. Sering tampilan tidak bisa dijadikan sebagai acuan. Bisa saja tampang buas, kata-kata keras, tapi nyatanya jujur dan ikhlas. Sebaliknya bisa saja tampang ustadz, kata-kata memikat, tapi menipu dan menjerat.

Padahal kemampuan bisa percaya orang lain diperlukan untuk menghindari kesalahan yang biasa dilakukan pemimpin. Jadi jangan sampai kita terjebak jadi tidak bisa percaya orang lain.

Jangan sama ratakan

Bukan berarti semua orang tidak bisa dipercaya. Karena jika kita tidak bisa lagi mempercayai orang, kita sendiri yang akan mengalami kesulitan. Tidak ada lagi teman dan handai taulan. Bisa saja di satu kesempatan kita membutuhkan bantuan. Jika kita tidak percaya orang lain maka kemungkinan orang lain juga sulit mempercayai kita. Masih mau tidak percaya orang?

Yakin, sebenarnya orang baik itu banyak. Kalaupun ada yang tidak baik mungkin jumlahnya sedikit saja. Tapi janganlah kita memukul rata semua orang sama baik atau sama buruknya. Karena bertemu satu dua orang maka kita anggap semua orang sama. Yang penting hati-hati.

Kini masalahnya, bagaimana kita bisa mengetahui orang yang bisa kita percaya?

 

5 Saringan Sebelum Percaya Orang

Berikut ini adalah tips yang bisa kita coba sebelum mulai percaya orang lain. Tapi ingatlah tips ini tidak bisa 100% menjadi acuan. Namun setidaknya ada saringan sebelum percaya total pada orang lain

Perhatikan orang itu pada situasi dan cara pandang berbeda

Kadang kita memutuskan terlalu cepat. Kita terburu-buru memutuskan tanpa data yang cukup. Ingat, penampilan kadang berbeda dengan isi. Kumpulkan sebanyak-banyak informasi tentang orang itu pada situasi yang berbeda.

Seringkali kepribadian seseorang berubah di tempat yang berbeda. Galak di kantor bisa jadi luwes di rumah atau sebaliknya. Dia yang menyenangkan saat diajak main belum tentu jujur dan sportif saat bekerja.

Bandingkan perilakunya pada situasi dan waktu yang beda

Orang yang lebih mudah dipercaya menunjukkan tanggapan perilaku yang sama walaupun pada situasi yang beda.

Kita justru harus berhati-hati pada orang yang awalnya sangat baik dan ramah, kemudian pada situasi atau waktu yang berbeda dia menunjukkan sisi yang berlawanan. Karena orang yang berusaha menyembunyikan sifat aslinya cenderung tidak bisa dipercaya.

Apakah mereka juga percaya orang lain

Orang yang mudah curiga dan was-was, justru harus kita curigai juga.

Hal ini bisa dibuktikan dalam penelitian pemain video game online. Ternyata ditemukan bahwa mereka yang mempercayai orang lain memiliki kecenderungan untuk bisa dipercaya. Sementara mereka yang mudah curiga justru lebih sering berkhianat.

Pelajari sedikit masa lalunya

Penyidik dan pewawancara kerja sering melakukan cara ini. Tanyakanlah hal-hal yang berkenaan dengan masa lalunya. Lalu perhatikan apakah dia berusaha menutupi sesuatu.

Menutupi bukan berarti diam. Bisa saja dia mengalihkan pembicaraan atau justru membuat-buat cerita yang berlebihan. Memang untuk menutupi kekurangan kita akan cenderung melebih-lebihkan bukan?

Kecuali kita memiliki prinsip yang lain, kita sebaiknya berhati-hati dengan orang yang berusaha menutupi sesuatu. Bukankah lebih percaya orang yang tidak menyembunyikan sesuatu?

Gerak-gerik, mimik muka, bahasa tubuh dan nada suara

Perhatikan gerak-gerik bahasa tubuh orang yang akan kita selidiki. Orang yang berusaha menutupi atau memiliki niat yang tersembunyi biasanya akan membuat gerakan-gerakan yang tidak alami. Apakah ada gerakan berulang-ulang yang tidak sewajarnya?

Nada suara bagi orang-orang yang sensitif bisa menjadi sinyal tersendiri. Adakah suara tertahan? Suara yang bergetar?

Cukup untuk percaya

Gunakan saringan seperlunya saja sesuai dengan apa yang akan kita percayakan pada orang itu. Karena jika kita membuat saringan yang berlebihan maka kita akan menghabiskan waktu dan tidak memutuskan. Padahal saringan ini hanya alat bantu untuk memutuskan apakah kita akan percaya orang atau tidak.

Misalkan kita bertanya arah jalan pada seseorang di pinggir jalan, maka tidak perlu kita bertanya riwayat masa lalu orang itu. Cukuplah kadar 10-20% percaya. Tapi sebaliknya, misalkan kita sedang menyelidiki orang yang akan bekerjasama dengan kita, maka kita wajib merasa yakin 80%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *