Bagaimana Cara Memotivasi Orang Lain? Ini 4 Cara Ilmiah – Bag 2

Sudah baca bagaimana cara memotivasi orang lain bagian pertama?

Kalau begitu mari kita lanjutkan pada bagian berikutnya.

Mungkin kita pernah mendengar bahwa kekuatan terbesar motivasi manusia berasal dari perasaan. Perasaan itu bisa berupa cinta, marah, benci, dendam, cemburu, gairah, dan sebagainya.

Lalu kenapa perasaan lebih kuat dari pikiran?

Karena pikiran hanya mampu menimbang, tetapi hanya perasaan yang mampu menggerakkan.

Rahasia Cara Memotivasi Orang Lain

Begitulah cara kerja otak manusia. Sehingga dengan mengetahui rahasia ini maka kita telah mengetahui cara memotivasi orang lain. Jangan sampai kita melakukan 3 kesalahan pemimpin yang paling sering dilakukan.

Sentuh hatinya, buat mereka bekerja dengan hati

Chip dan Dan Heath dalam risetnya yang kemudian dijadikan buku Switch menyimpulkan bagaimana mengubah sesuatu yang sulit diubah bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu:

1. Motivasi gajahnya. Gajah adalah perasaan kita, sisi insting, yang malas, mudah cemas, lebih memilih untung cepat dibandingkan keuntungan dalam jangka waktu lama. Kita semua memiliki gajah ini dalam otak. Sayangnya seringkali gajah ini adalah penyebab utama kegagalan untuk berubah. Karena biasanya perubahan nampak seperti pengorbanan jangka pendek untuk keuntungan jangka panjang. Ingat kembali waktu kita tidur, makan, atau cemas berlebihan. Bahkan mungkin pikiran kita sadar bahwa apa yang sedang kita lakukan akan merugikan, tapi kita tetap melakukannya. Kita tidak akan bisa mengubah motivasi orang lain kecuali kita bisa menyentuh perasaannya, menuntun gajah pemalas untuk mengambil jalur yang berbeda. Gajah hanya menuju apa yang menurutnya nikmat dan menjauhi apa yang menurutnya bahaya dan sengsara.

2. Arahkan penunggangnya. Penunggangnya, yang duduk di atas gajah adalah sisi pikiran rasional kita. Kita menyangka si penunggang yang memegang kendali dan mengarahkan gajah ke arah depan. Tapi ternyata kemampuan kendali si penunggang tidaklah mantap. Tentu saja karena penunggang jauh lebih kecil dibandingkan gajah. Setiap kali penunggang yang hanya 75 kilogram dan gajah seberat 6 ton berselisih tentang arah yang harus dituju maka si gajah dipastikan akan menang mudah. Tapi sebenarnya, yang tampak seperti ke’ngeyel’an gajah dan kelemahan penunggang, tidak lain hanya karena kurangnya kejelasan. Kita harus memberikan arah yang jelas pada penunggang supaya ia bisa mengarahkan gajah ke arah yang tepat.

3. Jelaskan jalannya. Perubahan seringkali gagal karena penunggang tidak bisa menjaga gajah tetap berada pada jalur yang tepat hingga mencapai tujuan. Nafsu hewani gajah untuk mendapat nikmat secepat mungkin berlawanan dengan kekuatan penunggang, yaitu kemampuan melihat gambaran besar dan merencanakan tindakan. Semakin kita bisa menjelaskan jalur yang harus ditempuh pada keduanya (gajah dan penunggang), maka semakin sedikit perselisihan di antara mereka. Sehingga perubahan lebih mudah tercapai.

Gajah adalah prioritas

Dari tiga langkah di atas, tentu saja memotivasi gajah alias menyentuh hati menjadi prioritas utama. Tapi bagaimana caranya?

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa si gajah hanya mencari nikmat dan menghindari derita. Terutama yang berkaitan dengan nikmat maupun derita emosional. Karena itulah sebelum kita mencoba untuk memotivasi orang lain maka kita harus mengetahui terlebih dahulu nikmat atau derita emosional yang bisa menggerakkan orang itu.

Tentu saja kita tidak bisa dengan mudah menyamaratakan satu solusi untuk setiap orang. Nikmat untuk satu orang belum tentu nikmat untuk yang lain. Bahkan bisa jadi malah nikmat bagi satu orang ternyata dianggap derita bagi orang lain. Jika kita menganggap memiliki pasangan itu nikmat, maka bisa jadi bagi orang yang memiliki trauma psikologis tertentu, ide memiliki pasangan akan menimbulkan mimpi buruk, mual, muntah, hingga kejang.

Ada orang yang termotivasi dengan ide memiliki rumah, lainnya mungkin ingin terkenal, lain orang mungkin ingin umroh, atau mendapat jodoh. Karena beda orang maka beda pula yang bisa memotivasi gajahnya. Jika kita ingin memotivasi satu orang saja maka kita sebaiknya mengetahui secara spesifik pendorong gajahnya. Bahkan semakin spesifik akan semakin baik, semakin kuat, dan semakin lama dampak motivasinya.

Tapi bagaimana cara memotivasi orang banyak?

Untuk orang yang banyak kita bisa menggunakan pendorong emosi yang lebih umum. Justru jangan sampai kita terjebak menjadi terlalu spesifik. Karena dampaknya terutama bagi orang yang tidak termotivasi pada kesempatan pertama malah di kesempatan berikutnya akan menjadi kebal terhadap kata-kata kita.

Apa saja pendorong emosi yang umum?

Manusia memiliki kebutuhan dasar yaitu biologis, psikis dan spiritual. Jika kita sentuh kebutuhan ini dengan cara yang tepat maka kemungkinan besar sekuat dan sebesar apapun gajah dalam pikiran akan tertarik ke arah yang kita tuju.

Begitu banyak peneliti dan ahli yang meneliti kebutuhan dasar ini mulai dari Maslow, Manfred, Murray, dan seterusnya. Tapi dalam tulisan ini kita akan menggunakan yang sederhana dan lebih ke sisi kebutuhan emosional saja, yaitu 6 kebutuhan dasar manusia dari Anthony Robbins, yaitu:

  1. Kepastian
  2. Variasi
  3. Cinta
  4. Unggul
  5. Tumbuh lebih baik
  6. Kontribusi, memberi manfaat

Pembahasan tentang kebutuhan ini bisa dibaca di seri berikutnya

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *