3 Kesalahan Pemimpin yang Paling Sering Dilakukan

Kali ini kita akan membahas 3 kesalahan pemimpin yang paling sering dilakukan. Karena setiap orang adalah pemimpin maka harusnya kekurangan ini juga bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan setelah saya renungkan, saya mungkin masih sering melakukannya.

Pemimpin yang baik menurut Harvard University harus memenuhi beberapa kriteria. Namun syarat utama pemimpin adalah harus mampu mengangkat harga diri, kepercayaan diri dan rasa saling menghormati orang-orang yang dipimpinnya. Jika kita menjadi pemimpin maka pilihan-pilihan keputusan kita akan memberi dampak pada tim. Terutama jika kita melakukan kesalahan pemimpin.

Bagaimanapun, kita sering sekali bertemu dengan bos yang justru hobinya melakukan kesalahan pemimpin. Anehnya kesalahan itu seringkali diulang-ulang. Lalu setelah saya ingat-ingat, saya dulu juga termasuk bos yang seperti ini, tapi setelah tahu bahwa ini tidak baik saya berusaha mencari solusi-nya. Karena itu sekarang kita akan bahas kesalahan pemimpin yang paling sering dilakukan beserta solusi-nya.

Selain mempelajari kesalahan-kesalahan pemimpin ada baiknya kita juga menguasai cara membina hubungan dengan orang lain agar lebih menyenangkan.

 

Apa saja kesalahan pemimpin yang paling sering?

Mengkritik orang lain tanpa memberi solusi

Kesalahan pemimpin yang paling pertama adalah mengkritik orang lain tanpa memberi solusi. Hal ini akan membuat kerusakan pada mental anggota tim kita. Kerusakan tidak hanya terjadi pada yang menerima kritik, yang tidak dikritik pun akan terkena dampak negatifnya.

Ingatlah luka fisik sembuh dengan waktu, sementara luka batin akan tertanam seumur hidup.

Kritik dengan kata yang tajam dan tanpa memberi solusi akan menjatuhkan harga diri. Melukai citra diri dan menjadi penghalang untuk meraih potensi maksimal.

Jika kita terbiasa melakukan kritik dengan kata yang tajam, maka mulai saat ini cobalah berlatih fokus mengkritik perbuatan dan bukan pada orangnya. Hindari menjatuhkan harga diri orang lain. Buatlah kesalahan mudah diperbaiki dengan fokus pada solusi. Habiskan waktu untuk kritik hanya 20% saja, sementara 80% waktu kita gunakan untuk mencari solusi. Jika anggota tim melakukan kesalahan, jadikan kesempatan yang baik untuk berdiskusi dan cari solusi bersama.

Mengeluh dan memberi energi negatif

Kesalahan pemimpin kedua adalah senang menyalahkan, mengeluh, mencari alasan, dan memberi energi negatif pada tim. Pengeluh akan senang bergaul dengan sesama pengeluh. Menciptakan perkumpulan energi negatif. Sebenarnya orang dengan kebiasaan semacam ini sudah tidak layak menjadi pemimpin yang positif. Mungkin ia lebih layak menjadi pemimpin orang negatif.

Siapa saja yang harus berhadapan dengan pemimpin semacam ini akan merasa rendah diri, tidak cukup, kurang, dan serba salah. Karena apapun yang dilakukan atau diucapkan oleh anggota tim adalah kesalahan. Akhirnya tim menjadi pasif. Tidak berani bertindak atau memberikan ide. Sungguh situasi yang tidak menyenangkan untuk siapa saja.

Jika ternyata kita sendiri yang memiliki kebiasaan seperti ini maka mulai sekarang berlatihlah menahan diri untuk tidak mengeluh. Berlatihlah untuk memberikan energi positif. Ubah keluhan menjadi rasa syukur. Hemat energi dan waktu kita untuk yang lebih bermanfaat. Jika selama ini habis untuk mengeluh, menyalahkan, dan mencari alasan, maka kini ganti fokus. Gunakan sebagian besar energi dan waktu untuk memikirkan solusi sementara keluhan diberikan sisa sedikit saja.

Mengutuk orang

Kesalahan pemimpin ketiga dan yang paling merusak adalah mengutuk atau menghina orang lain baik di dalam tim maupun di luar.

Yang dikutuk maupun yang hanya mendengar saja akan mendapatkan dampak negatif yang hampir sama. Belum lagi tindakan ini akan memicu permusuhan, kebencian, dan dendam di kemudian hari. Bahkan jika orang yang dikutuk tidak mendengar sekalipun. Kita yang mengeluarkan kata-kata buruk akan merasakan emosi kita menjadi negatif. Apalagi jika sampai ada yang mendengar dan memberitahu apa yang kita lakukan pada orang yang kita kutuk.

Jika kita punya kebiasaan seperti ini, maka mulai sekarang ganti dengan mencari kebaikan dalam diri orang lain. Ubah fokus maka kita akan merasakan pula energi kita jadi lebih positif. Walaupun kita sangat marah pada orang lain. Tanyakan pertanyaan seperti ini: “Apa yang saya kagumi dari orang itu?” atau “Apa kebaikan yang bisa saya ambil dari orang itu?”.

Jangan buru-buru mengatakan tidak ada yang bisa saya kagumi atau saya ambil positifnya. Tenang, ambil nafas dalam kemudian tanyakan lagi pertanyaan yang sama. Mendadak kita akan merasakan energi yang lebih positif dalam aura kepemimpinan kita.

Ternyata anggota tim kita tidak suka jika pimpinannya menghina orang lain. Walaupun itu musuhnya sendiri.

 

Dukung orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari dirinya, dengan terus menerus tanpa lelah mengingatkan betapa baiknya, berbakatnya, dan suksesnya mereka, dan betapa kita sangat percaya pada mereka

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *